Asirin51's Blog

Prestasi Asirin

February 5, 2009
2 Comments

Peningkatan Prestasi di SDN Sukaurip 1
Kelas 1 SD catur wulan 1 dan 2 tidak pernah melihat ranking di raport karena hanya 10 besar saja yang dituliskan rankingnya, sampai akhirnya entah kenapa di cawu 3 Asirin mendapati raportnya berisi ranking 11. Kelas 2 tidak ada sistem penulisan ranking (ga tau kenapa mungkin gurunya males atau memang sistemnya begitu). Di tahun – tahun berikutnya, Asirin selalu 3 besar di kelas dan ajaib hanya sekali pernah menduduki ranking 1 di SD (akhirnya be no 1 cuy).
NEM terbaik kedua SMPN 1 Balongan
Tahun pertama di SMP sitem kurikulum masih menggunakan Cawu (catur wulan). Pada cawi 1, Asirin mendapatkan ranking 4.3 (tau kan artinya, ranking 4 ke tiga dari 4 orang yang ranking 4 saat itu, luar biasa sebuah awal prestasi yang buruk). Pada Cawu 2 Asirin mulai mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai alumni SDN Sukaurip 1 (SD Inpres pertama di desaku cuy!), meskipun hanya menduduki runner up alias ranking 2. Sampai pada saatnya Asirin ranking 1 di cawu 3 (be no 1 again cuy!).
Tahun kedua Asirin di SMP diawali dengan start yang buruk lagi, rupanya Asirin belum bisa ngambil pelajaran dari pengalamannya terdahulu. Ia ranking 3. Namun kembali akhirnya Asirin mampu membuktikan kapasitasnya sebagai seorang champion yang tak patah semangat, ia ranking 1 untuk cawu 2 dan 3 kelas 2.
Tahun ketiga SMP sistem cawu berganti menggunakan sistem semester. Dua semester di kelas tiga, Asirin sikat habis dengan membuktikan diri menjadi sang juara. Sampai pembuktian terakhir pada hasil nilai kelulusan, Asirin setengah kecewa karena hanya menjadi runner up (NEM terbaik kedua, but it’s okay). Ini cukup untuk mengantar ia ke SMAN 1 Sindang Indramayu, bekas almamater Pak Da’I Bachtiar (mantan Kapolri), sebuah SMA terbaik di Indramayu (I Love Sasi – Satu Sindang- ).
Tiga kali jadi juara kelas, dua kali runner up, sekali posisi ranking 3 di SMAN 1 Sindang
Jika orang Jakarta bangga menyekolahkan anaknya ke SMAN 8 Jakarta, jika orang Bandung berbondong-bondong menyekolahkan anaknya ke SMAN 3 Bandung, maka untuk seantero Indramayu SASI-lah yang terfavorit (SASI – SMAN 1 Sindang – ). Saat SMA, Asirin bisa dikatakan prestasinya cukup membanggakan untuk seukuran anak seorang petani dari desa kecil di samping kilang Pertamina Balongan yang bersaing dengan anak-anak kota . Semester 1, ia juara kelas. Seamaster 2, ia runner up. Semester 3 ia mencoba untuk sukses lemabli namun hanya menjadi runner up, sampai akhirnya ia menjadi juara kelas lagi. Saat mulai penjurusan ia masuk kelas IPA 1, ia hanya menduduki juara 3 dan 2 di kelas TIPAJI ini ( I Love Tiga IPA Hiji – IPA 1 – sayang mantan KM kelas ini sudah mendahului barudak TIPAJI lainnya, semoga diterima disisi-Nya, Amiin). Saat SMA ia pun mengukir sejarah lainnya (meski kurang membanggakan cuy, tapi tak ada kata gagal, yang ada hanya “pembelajaran/pengalaman”), diantaranya: belajar menerima kelebihan orang lain dalam pencalonan ketua OSIS, belajar jadi juara harapan 1 karena hanya menjadi juara 4 Olimpiade Matematika se-Kabupaten Indramayu, belajar dalam memahami peta persaingan karena hanya Juara 13 Lomba Cerdas Tangkas Matematika oleh HIMATIKA UPI se wilayah III Cirebon (24 SMA Peserta) dan yang pasti belajar meningkatkan kepercayaan diri, seingat saya waktu itu masih lebih baik dari SMAN 7 Cirebon sebagai tuan rumah dan masih lebih baik dari SMA Al-Ajhar Cirebon yang menurut persepsi saya waktu itu sekolah ini sangat mahal –dari sini saya belajar, kecuali barang elektronik, mahal belum beararti jaminan mutu cuy –
Juara 1 Seleksi Awal Program Super Motivasi Kuliah ke ITB oleh Dinas Pendidikan Indramayu dan Lolos SPMB diterima di Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota ITB
Masa SMA menjelang UAN, seluruh anak SMA IPA di Indramayu mempunyai peluang besar bisa kuliah di ITB karena Indramayu punya 2 program yaitu Bridging Program ITB (Program kemitraan putra daerah dengan ITB) dan Program Super Motivasi ITB oleh Dinas Pendidikan Indramayu. Pertama Asirin mengikuti Seleksi Bridging Program Indramayu. Ia hanya menempati peringkat 3 dari sekitar 50 peserta siswa-siswi terbaik SMA-SMA yang ada di Indramayu. Karena yang diambil sebagai “Putra Derah” untuk kemudian di kuliahkan di ITB hanya 1 orang, dari sini lagi-lagi Asirin belajar untuk selalu berusaha dan tidak menyerah. Satu harapan ia hanya gantungkan pada kesempatan Program SUMO ITB. Ia pun akhirnya juara 1 seleksi awal Program SUMO dari 1000-an peserta siswa-siswi SMA di Indramayu, meskipun awalnya ia kurang percaya diri. Lalu ia mendapatkan training, bimbingan belajar dan motivasi. Tujuannya hanya satu, hanya Kampus Ganesha 10, ia “bakar perahu” (istilah yang ia sering gunakan untuk menggambarkan tidak ada alterntif lain), ia tidak mengambil PMDK padahal nilai raportnya bagus, ia tidak mengikuti tes-tes alternatif lainnya seperti tes masuk Polban, STAN, dan sebagainya. Ia fokus ITB. Alhamdulillah, Ia lalu lolos SPMB diterima di Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota ITB. Sungguh prestasi yang luar biasa. Mungkin bagi sebagian orang biasa saja (termasuk saya juga kemudian setelah 3 tahun di ITB merasa biasa aja cuy), tapi bagi Asirin waktu itu merupakan prestasi yang membanggakan sampai orang tuanya mengadakan syukuran di musholla dekat rumah. Bagaimana tidak amazing, Asirin adalah orang pertama di desanya yang kuliah di ITB (entah kapan ada lagi, soalnya angkatan di bawahnya belum ada lagi) kalo begini adanya Asirin bisa dikatakan sebagai pendobrak. Dan perlu dicatat pula, Asirin adalah orang Indramayu pertama yang kuliah di jurusan Teknik Planologi atau yang sekarang dikenal Prodi Perencanaan Wialayah dan Kota di ITB (jika ada yang menyanggah sampaikan ke penulis). Melihat kenyataan itu, benar jika salah satu semboyan planner di HMP ITB “the few, the proud, the planner”
Peraih Tugas Terbaik Studio Perencanaan Wilayah HMP ITB 2007/2008
“ITB bukan segalanya, tapi segalanya bisa dimulai dari ITB”. Asirin ingat sekali kalimat itu yang disampaikan seniornya teh Elviera. Artinya, Pencapaian Asirin tidak akan berhenti hanya ITB. Perjuangan Asirin harus berlanjut sampai pada prestasi-prestasi berikutnya. Tunggu saja kawan apa prestasi Asirin berikutnya dan jangan lupa doakan ya kawan. Nanti akan saya ceritakan lagi. Mencoba untuk sukses kembali. Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater, Merdeka!

Thanks, Good Luck Everybody…keep smile 

Advertisements

Fasilitas Beasiswa di ITB

February 4, 2009
Leave a Comment

Beasiswa merupakan bantuan yang diberikan kepada mahasiswa, ada yang tidak mengikat maupun mengikat. Pada dasarnya pemberian beasiswa ditujukan untuk:
1. Mendorong kemajuan studi mahasiswa
2. Meningkatkan prestasi mahasiswa terutama dalam bidang akademik maupun non akademik
3. Membantu meringankan biaya pendidikan mahasiswa, sebagai penghargaan atas prestasi dan dedikasi pada pendidikannya.
Dana beasiswa di ITB selain dari ITB sendiri juga diperoleh dari pemerintah, instansi swasta/perusahaan, perorangan, Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOM ITB, dan Ikatan Alumni ITB (IA ITB).
Beasiswa Ekonomi
Beasiswa ekonomi diberikan kepada mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi. Berdasarkan kebutuhan pokoknya, maka beasiswa ekonomi diklasifikasikan dalam 7 jenis beasiswa, yaitu:
1. Beasiswa BPPP (Biaya Penyelenggaraan Pendidikan Pokok). Sumber dana ITB, IOM ITB, Tanoto Foundation, Eka Cipta Foundation, SHW, dll.
Persyaratan yang didanai adalah sbb:
• Penghasilan mahasiswa di bawah UMR
• Pekerjaan orang tua : Guru, PNS gol 1 & 2, Buruh, Petani, Pedagang kecil
2. Beasiswa biaya hidup
Besar beasiswa biaya hidup yang diberikan dari berbagai sumber beasiswa saat ini besarnya antara Rp 100.000; (Beasiswa Supersemar untuk 300 mahasiswa) s.d Rp 650.000; (Beasiswa Sampoerna Fooundation)
3. Beasiswa Pondokan/Asrama
Beasiswa diberikan kepada mahasiswa agar mendapat tempat tingga yang layak, terutama mahasiswa yang menunggak pembayaran iuran asrama ITB yang besarnya Rp 100.000; per bulan saat ini. Mahasiswa mendapat rekomendasi dari dosen Wali bahwa ybs memerlukan bantuan Pondokan/Asrama.
4. Beasiswa Tugas Akhir
Beasiswa diberikan kepada mahasiswa yang duduk di semester terakhir yang sedang melaksanakan tugas akhir, diberikan hanya satu kali. Sumber bantuan beasiswa Tugas Akhir saat ini diberikan oleh IOM ITB sebesar Rp 750.000; per mahasiswa. Mahasiswa pemohon beasiswa ini menyerahkan rekomendasi dari Prodi/Dosen Wali bahwa ybs membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan Tugas Akhir.
5. Beasiswa Makan Siang
Beasiswa Makan Siang ini diberikan kepada mahasiswa yang belum dapat memenuhi kebutuhan makan tiga kali sehari. Mahasiswa pemohon beasiswa ini menyerahkan rekomendasi dari Prodi/Dosen Wali bahwa ybs membutuhkan bantuan makan siang (sumber dana terbatas).
6. Beasiswa USM ITB terpusat (dilaksanakan oleh panitia USM – Dirdik bagi calon mahasiswa ITB dari keluarga tidak mampu.
7. Beasiswa Anak Pegawai ITB (untuk anak pegawai ITB)
Kriteria Ekonomi
Kondisi orang tua/wali tidak mampu, yang dinilai dari :
a. Penghasilan orang tua/wali:
1. Prioritas 1: Penghasilan per bulan < Rp 500.000;
2. Prioritas 2: Penghasilan per bulan antara Rp 500.000; s.d < 1.000.000
3. Prioritas 3: Penghasilan per bulan Rp 1.000.000; s.d < 2.000.000
4. Prioritas 4: Penghasilan per bulan Rp 2.000.000; s.d 3,00 dan berprestasi dalam kegiatan ekstrakurikuler/kokulikuler). Sumber dana ITB.
4. Beasiswa Mahasiswa Berprestasi tingkat Fakultas ( Sumber dana : Harian Umum Pikiran Rakyat).
5. Beasiswa Karya Ilmiah
Diberikan kepada mahasiswa yang melakukan penelitian atau karya ilmiah sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Sumber dana Tanoto Foundation
6. Beasiswa Unggulan Akademik. Sumber dana BKLN Diknas, rekrutmen lewat Fakultas dan LPPM
7. Beasiswa Peningkatan Prestasi Ekstrakulikuler Mahasiswa. Sumber dana Direktorat Kelembagaan Depdiknas.
B. Beasiswa Ikatan Kerja
Beasiswa yang diberikan kepada mahasisa dengan ikatan kerja setelah ybs lulus sesuai dengan perjanjian yang disepakati oleh ITB. Mahasiswa penerima beasiswa dan penyandang dana. Beasiswa yang diberikan biasanya meliputi biaya pendidikan, biaya hidup, biaya buku, dan biaya penyelesaian Tugas Akhir. Saat ini yang sudah berjalan: McDermott Indonesia, Thiess Contractor, Bank Niaga, Samsung Indonesia, PT Indo Tambang Raya Megah, Tbk. Dan dalam proses Bang Negara Indonesia.
C. Beasiswa USM ITB Terpusat
Beasiswa diberikan kepada calon mahasiswa yang berasal dari keluarga ekonomi lemah. Berupa biaya pendidikan penuh yaitu: Sumbangan Dana Pendidikan Awal (SDPA) nol dan dibebaskan dari Biaya Penyelenggaraan Pendidikan Pokok (BPPP) nol rupiah. Dilaksanakan oleh panitia USM Dirdik.
D. Beasiswa Pengembangan Minat
Beasiswa diberikan bagi mahasiswa yang memilih Bidang Studi oseanografi dan Meteorologi di FITB dan Bidang Seni Rupa dan Studi Kriya FSRD.
Persyaratan mendapatkan Beasiswa untuk Program sarjana:
1. Mahasiswa ITB yang tedaftar pada semester yang sedang berjalan
2. Tidak terkenna kasus/sanksi akademik, maupun sanksi administrasi dari ITB
3. Rekomendasi dari ketua Prodi, Dosen Wali, salah seorang Dosen, dan salah seorang teman
4. Mengikuti prosedur yang berlaku di ITB
5. Memenuhi persyaratan dan lolos seleksi penilaian
6. Bersedia mengikuti ketentuan yang diminta oleh pemberi beasiswa


Posted in Info ITB
Tags: , , ,

Selayang Pandang ITB

February 4, 2009
Leave a Comment

Pada tanggal 3 Juli 1920 di Aula Timur diresmikan berdirinya Tehcnische Hooge School (Sekolah Tinggi Teknik) oleh Gubernur Jenderal J.P Graaf Van Limburg Stirum. Pada saat itu, Sekolah Tinggi Teknik tersebut merupakan sekolah swasta milik suatu badan hukum yang bernama Koniklijk Institut Voor Hooger Technische Onderwijs in Nederlandsch Indie. Pada tanggal 14 Oktober 1924 sekolah tersebut diambil alih oleh pemerintah Hindia Belanda dan statusnya berubah menjadi instansi pemerintah (De Faculteit Van Technische Wetenschap).

Kemudian dengan runtuhnya Pemerintah Hindia Belanda oleh bala tentara Dai Nippon, Technische Hooge School tersebut berubah menjadi Institute Tropical Sciences dan pada tanggal 1 April 1944 berubah menjadi Bandung Kogyo Daigaku, tentunya merupakan suatu instansi pemerintah pendudukan bala tentara Jepang.

Sesudah proklamasi kemerdekaan RI, Kogyo Daigaku berubah nama menjadi sekolah Tinggi Teknik. Karena kondisi revolusi di Bandung  yang tidak menguntungkan, maka Sekolah Tinggi Teknik tersebut pindah ke Yogyakarta (untuk sementara waktu) dari kompleks yang sekarang.

Pada tanggal 21 Juni 1946, de Nerderlandsch Civiel Administrateur (NICA) mendirikan Faculteit van Technische Wetenschap di kompleks yang sekarang, sebagai bagian dari Nood Universiteit di Jakarta yang kemudian berganti nama menjadi Universiteit van Indonesia (UI sekarang).  Kemudian setelah penyerahan kedaulatan dari Belanda kepada Indonesia, Faculteit van Technische Wetenschap menjadi fakultas teknik bagian dari UI.

Namun, pada tanggal 2 Maret 1959 Fakultas Teknik tersebut berpisah dari UI dan diresmikan oleh Presiden Soekarno menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB) yang status hukumnya sebagai instansi jawatan pemerintah dalam bentuk jawatan negeri. 


BUNGA IMPIAN

February 3, 2009
Leave a Comment

Sesuatu yang indah di sana

di sebuah kota penuh rahasia

di balik kelamnya malam

Saat awan menutupi bintang dan bulan

 

Mempesona, terhanyut dibutnya

Sungguh elok warnanya

Menawan, itulah kesan yang ada

Sungguh hanya satu di dunia

 

Dia beda dari yang lain

Pantas banyak yang ingin memiliki

dia bunga impian

Mungkinkah dia ada saat aku terjaga

 

By : plano*05

Bandung, 20 November 2005


Haruskah “ekspor” tenaga kerja Indramayu ditingkatkan?

February 3, 2009
1 Comment

Dalam teori pertumbuhan wilayah, terdapat Teori Basis Ekonomi ( economic base theory ) atau Teori Basis Ekspor Richardson. Teori ini membagi produksi/jenis pekerjaan yang terdapat di dalam suatu wilayah menjadi kegiatan basis dan kegiatan  services ( pelayanan ) atau pekerjaan nonbasis ( Tarigan,2005 ). Kegiatan basis adalah kegiatan yang bersifat exogenous artinya tidak terikat pada kondisi internal perekonomian wilayah dan sekaligus mendorong tumbuhnya jenis kegiatan ekonomi lain ( multiplier effects ). Kegiatan services yang dimaksud disini bukan dalam arti sempit yaitu jasa saja, melainkan dalam pengertian bahwa services  ( nonbasis ) yaitu kegiatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di dalam daerah itu sendiri.

Pada mulanya teori basis ekspor hanya memasukkan ekspor murni ke dalam pengertian ekspor. Akan tetapi, Kemudian orang membuat definisi ekspor yang lebih luas. Ekspor tidak hanya mencakup barang/jasa yang dijual ke luar daerah tetapi termasuk juga di dalamnya barang/jasa yang dibeli orang dari luar daerah walaupun transaksi tersebut berlangsung di dalam daerah tersebut seperti pariwisata, restoran, bengkel, grosir, swalayan, asrama militer, perguruan tinggi. Jadi pada pokoknya, kegiatan yang hasilnya dijual ke luar daerah atau mendatangkan uang dari luar daerah adalah kegiatan basis sedangkan kegiatan nonbasis  adalah kegiatan yang melayani kebutuhan lokal, baik pembeli maupun uangnya berasal dari daerah itu sendiri ( Tarigan,2005 )

Nah, sekarang bagaimana kaitan Teori Basis Ekspor dengan isu persoalan tenaga kerja Indramayu. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuahan suatu wilayah adalah penduduk. Faktor penduduk dari segi kuantitas maupun kualitas akan sangat menentukan suatu daerah tumbuh atau malah mengalami kemunduran. Salah satu fenomena yang terjadi di “kota mangga” Kabupaten Indramayu adalah banyak dari penduduknya yang bekerja di luar daerah, baik di dalam negeri maupun di luar negeri ( TKI ). ( maaf penulis belum mendapatkan data pasti jumlah penduduk Indramayu yang bekerja di luar daerah atau luar negeri, apabila ada pembaca yang tahu datanya tolong beri tahu penulis ). Namun sebagai gambaran, jumlah penduduk desa Sukaurip Kecamatan Balongan Indramayu pada tahun 2005 adalah sekitar 3000 jiwa, sedangkan yang bekerja di luar negeri sekitar 700 jiwa. Itu tidak termasuk penduduk yang bekerja di luar daerah Indramayu yang masih di dalam negeri seperti Batam, Dumai, Kalimantan, Papua, Jakarta, Bandung, dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

                Tentunya kita sepakat bahwa para pekerja asal Indramayu banyak menghasilkan uang dari luar yang kemudian dikirimkan ke keluarga mereka di kampung halaman di Indramayu. Uang yang dikirim dan dikonsumsi untuk membeli barang dan jasa tentunya akan berdampak positif bagi perekonomian lokal.  Dampak positif akan sangat besar apabila dikonsumsi untuk membeli produk local karena akan memunculkan multiplier effects yang berkontribusi dalam meningkatkan tumbuh dan berkembangnya kegiatan produksi local. Yang kemudian pada akhirnya membuat Indramayu menjadi daerah maju. Namun sebaliknya, dampak positif akan mengecil bagi Indramayu apabila uang tersebut digunakan untuk membeli produk luar seperti sepeda motor, minuman keras, berlibur ke luar daerah, belanja ke daerah tetangga ( misalnya ke Cirebon ). Artinya, semakin banyak uang dari luar masuk dan beredar ke Indramayu, maka semakin berkembang daerah “kota mangga” ini. Oleh karena itu, dengan kata lain tenaga kerja yang bekerja di luar daerah Indramayu dikategorikan sebagai kegiatan basis.

                Dari uraian tersebut, yang menjadi pertanyaan kita sekarang adalah haruskah “ekspor” tenaga kerja Indramayu ( TKI )  ditingkatkan? Apa yang ditingkatkan? Kuantitas? Kualitas? Atau keduanya?bagaimana dengan jaminan perlindungan bagi mereka?


Tujuan Sudah Kau Tentukan

February 3, 2009
Leave a Comment

Tujuan sudah kau tentukan

Jalan mana yang kau tempuh sudah kau putuskan

 

Kau pilih jalan ini

Jalan tanpa batu

Lembut seperti sutera,

jernih bagai kaca

 

Kau kemudikan bahtera

Melewati luasnya samudera

 

Belum setengah jalan, ombak menerpa

kau terlelap, bahkan terlena

sampai pada ¾ jalan

badai datang, menerjang

 

kepada siapa kau akan minta pertolongan

angin, hujan,langit, dan gelap hanya diam

halilintar berkilatan malah menertawakan

 

Apa kubilang,

 “Janganlah terlelap, apalagi terlena

Sekarang penyesalan tiadalah guna

putus asa, gila, dan bunuh diri adalah sia-sia

Ingatlah pada:

Tujuan sudah kau tentukan”


Posted in Puisi
Tags: , , ,

Bintang Pagi

February 3, 2009
Leave a Comment

Bintang pagi

Saat malam  tiba kau menyelinap di tempat persembunyian

Seakan  kau  malu melewati indahnya malam  

Kau tak tergoda bujuk rayuan

Diantara bintang lain yang berkedip memamerkan keelokan

Hanya dari kejauhan  kau  pancarkan sinar

Memberikan cahaya bagi sang rembulan (membuat bercahaya sang rembulan

Terasing memang menyesakkan

Tapi itulah pilihan

Demi mimpi yang akan jadi kenyataan

 

Esok, saat pagi menjelang

Dengan gagah kau datang

Langit menjadi jingga

Dan bumi akan bangga

Kau beri kehangatan bagi yang kedinginan

Kau beri energi bagi yang membutuhkan

 

Bintang pagi,

Teruslah bersinar hingga malam datang

Sampai kau  kembali ke tempat persembunyian

Hanya takdir yang dapat menghentikan


Posted in Puisi
Tags: , ,

February 2, 2009
1 Comment



Posted in Uncategorized

About author

I graduated from Urban and Regional Planning, School of Architecture, Planning, and Policy Development, Institut Teknologi Bandung, ITB. I interest in geographic information system for development

Search

Navigation

Categories:

Links:

Archives:

Feeds